AURICULARIA POLYTRICHA PDF

Corresponding author. This article has been cited by other articles in PMC. Abstract A new disease, the slippery scar, was investigated in cultivated bags of Auricularia polytricha. This fungus was isolated from the infected mycelia of cultivated bags.

Author:Gardakazahn Mazushura
Country:Bahrain
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):16 March 2019
Pages:56
PDF File Size:12.16 Mb
ePub File Size:14.11 Mb
ISBN:721-7-89530-167-5
Downloads:57316
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nalkree



Sebutan jamur kuping melekat pada jenis jamur yang memiliki tubuh buah basadio-carp mirip kuping daun telinga. Jamur merupakan Kingdom Fungi , dengan karakter Heterotrop karena tidak memiliki khlorofil. Jamur memiliki inti, berspora, dan merupakan sel-sel lepas atau bersambungan membentuk benang Hifa Hifa jamur kuping ini bersekat Hifa jamur membentuk kelompok yang disebut miselium kumpulan hifa.

Miselium jamur ini bercabang-cabang dan pada titik-titik pertemuannya membentuk bintik kecil yang disebut sporangium yang akan tumbuh menjadi pin head tunas atau calon tubuh buah jamur Pin head akhirnya berkembang tumbuh menjadi jamur tubuh buah. Tubuh jamur kuping bertangkai pendek dan tumbuh menempel pada substrat dengan membuat lubang pada permukaannya. Bentuk tubuh buah berupa lembaran bergelombang tidak beraturan dan agak rumit, besar seperti mangkok cawan , dan lunak seperti selai, atau kenyal mirip belulang.

Permukaan atas seperti beludru dan bagian bawah licin mengkilat. Kulitnya berlendir selama musim hujan dan tampak mengkerut pada musim kemarau. Bentuk tubuh buah basidiocarp. Tubuh buah jamur kuping dalam keadaan basah bersifat gelatinous kenyal , licin, lentur elastis , berubah melengkung agak kaku dalam keadaan kering.

Lebar tubuh buah jamur kuping sekitar 3 cm — 8 cm dan tebalnya sekitar 0,1 cm — 0,2 cm. Jamur kuping mencapai dewasa bila panjang diameter basidocarp mencapai 10 cm. Karakteristik keluarga Aucularia adalah memiliki basidium berupa hypobasidium atau epibasidium yang masing-masing terdiri dari atas 4 sel. Semula inti diploid dari calon basidium membelah secara meiosis menjadi dua bagian. Setiap pembelahan inti selalu diikuti oleh penyekatan basidium menjadi dua sel. Selanjutnya, inti setiap sel membelah dan diikuti penyekatan sel yang bersangkutan sehingga terbentuk hypobasidium bersel 4 empat.

Dari setiap sel hypobasidium, tumbuh epibasidium ynag panjang, searah dengan pertumbuhan hypobasidium, tumbuh sterigmata penghasih basidiospora. Selanjutnya, basidiospora tumbuh menjadi myselium yang akan berkembang menjadi dewasa yang dilengkapi basidiocarp. Pada awal degradasi miselium, jamur kuping melakukan penetrasi pemboran dengan melubangi dinding sel kayu secara langsung dan tegak lurus pada sumbu sel.

Proses penetrasi dinding sel kayu dibantu oleh enzim-enzim pemecah sellulose, hemi sellulose, dan lignin yang disekresi oleh jamur melalui ujung lateral benang-benang miselium. Jika disajikan dalam bentuk makananpun, rupanya kurang menggugah selera. Jamur Kuping ini dapat berfungsi sebagai obat dan penawar racun. Lendir yang dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental. Bahkan lendir jamur kuping dapat menetralkan dan menonaktifkan kolestrol. Hampir semua ramuan masakan china, jamur kuping selalu ditambahkan untuk tujuan menonaktifkan racun.

Ia juga berfungsi untuk menghambat penggumpalan darah. Manfaat jamur kuping untuk pengobatan penyakit salah satunya adalah darah tinggi atau pembuluh darah mengeras akibat penggumpalan darah.

Jamur kuping dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ketebalan dan warnanya. Kandungan nutrisi jamur kuping terdiriatas kadar air Jamur kuping hitam auricularia auricular juga bermanfaat untuk penyembuh sakit jantung, pembuluh darah dengan endapan aterosklerqsis , penurun kolesterol dan trigliserid, antiplatelet dan antipengentalan darah, juga sebagai antipendarahan. Apabila seseorang orang mau mengonsumsi jamur kuping hitam setiap hari, aliran darah akan lancar, terhindar dari stroke, jantung, atau otak, karena adanya sumbatan di pembuluh darah.

Akhir-akhir ini banyak orang terserang stroke, terjadi kelumpuhan atau terkena serangan jantung. Di China, jamur kuping digunakan sebagai obat mengencerkan darah atau antikoagulasi yaitu mencegah penjendalan darah, namun di sisi lain dapat berfungsi sebagai antihaemorhagi menghentikan perdarahan Tidak seperti halnya obat kimia tunggal, yang bekerja sesuai sifat pengobatannya saja, sedang obat alami dari tanaman, berisi lebih dari satu zat berkhasiat dapat saling menyeimbangkan.

OK Banyak sudah tulisan tentang jamur kuping yang menceritakan khasiatnya antara lain sebagai pengencer darah atau antikoagulan. Sejak diketahui asetosal dapat berkhasiat sebagai antiplatelet, maka sering kali dijumpai pada resep penderita gangguan kardiovaskuler, selain obat untuk penyakitnya ditulis juga oleh dokter sediaan asidurn asetilosalisilikurn atau asetosal, aspirin. Asetosal telah lama digunakan sehagai obat nyeri, atau obat demam yang umumnya ada di dalam obat flu.

Penderita gangguan jantung dan kardiovaskuler ataupun stroke otak yang mendapat pengobatan dengan asetosal, dimaksudkan agar tidak terjadi serangan ulang infark jantung atau stroke otak akibat emboli fibrin-platelet. Terjadinya penyumbatan pembuluh darah karena adanya sumbatan penjendalan merupakan peristiwa yang sangat komplek.

Jamur kuping hitam yang dapat digunakan sebagai anticoagulansia, penurun kolesterol serta trigliserida ternyata secara emperis dapat menolong orang yang mengalami ateroskelorosis, sehingga setelah merasakan bebasnya rasa sakit meneruskan mengonsumsi setiap hari dengan memberi jamur pada sayur.

Ada penderita jantung yang disarankan untuk operasi bypass dengan tenaga yang cepat lelah dan rasa sesak, setelah 24 hari minum air rebusan jamur, tenaganya mulai pulih dan pelan-pelan dapat mengitari alun-alun utara Yogyakarta satu putaran, sehingga rencana operasi dapat ditunda, namun obat dokter pun tetap diminum.

Cara merebus: 10 gram jamur kuping hitam ditambah jahe 3 iris dan bawang putih 3 butir kalau dapat ditambah daging bersih lemak 40 gram dan sedikit garam direbus dengan air 6 mangkuk menjadi 2 mangkuk diminum setiap hari, pagi dan sore.

DEN HEMMELIGE SOCIALDEMOKRAT PDF

Auricularia

New Zealand Tremellales - I. Description: Fructifications tough cartilaginous-gelatinous, superior surface mouse grey to olive brown when fresh, drying dark olive brown, inferior surface greyish brown, drying dull brownish black. Substipitate, gregarious or caespitose, pendent, inversely cupulate, becoming irregularly inversely cupulate with undulate margins, to 10 cm diam. Internal hyphae hyaline, thin-walled, septate, 2.

ISO 15630-1 PDF

Cloud ear fungus

Sporocarps of Auricularia grow mainly on the stems and stumps of deciduous trees maples, oaks, ash tree, European elder and form clusters. It can be found throughout the year, even in winter, unless the winter is particularly cruel. Auricularia received its name according to its shape and consistency, as it resembles the human ear or earlobe. The colour of sporocarps is in different shades of brown. Auricularia is very often added to Asian dishes.

Related Articles