KONVENSI WINA TAHUN 1969 PDF

Atas dasar tersebut, maka dibuatlah ketentuan atas hubungan tersebut yang dapat mengikat dua atau beberapa pihak dalam satu perjanjian yang harus ditaati oleh semua pihak yang terlibat. Ketentuan tersebut dikenal dengan istilah perjanjian internasional. Usaha untuk saling menghormati, berhubungan, bekerja sama dan berdampingan dengan damai antar bangsa — bangsa di dunia dapat diwujudkan dengan bantuan perjanjian Internasional. Perjanjian internasional adalah sebuah perjanjian yang dibuat di bawah hukum internasional oleh beberapa pihak, diadakan oleh masyarakat dari bangsa — bangsa dan tujuannya untuk mengakibatkan hukum tertentu. Pihak — pihak tersebut berupa beberapa negara atau juga organisasi internasional. Latar Belakang Konvensi Internasional Wina Sejarah perjanjian internasional dimulai dengan konvensi yang diadakan di Wina, Austria pada tahun dan dianggap sebagai induk perjanjian internasional.

Author:Meztishakar Grohn
Country:Fiji
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):3 March 2009
Pages:81
PDF File Size:15.37 Mb
ePub File Size:16.56 Mb
ISBN:113-1-87794-978-9
Downloads:94304
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazuzragore



Konvensi ini berlaku untuk perjanjian antara Serikat. Pasal 2 Pasal 2 Penggunaan istilah penggunaan istilah 1. Ketentuan-ketentuan ayat 1 tentang penggunaan istilah-istilah dalam Konvensi ini adalah tanpa prasangka terhadap penggunaan istilah-istilah atau makna yang dapat diberikan kepada mereka dalam hukum internal dari setiap Negara.

Pasal 4 Pasal 4 Non-retroactivity dari Konvensi Non-retroactivity dari Konvensi Tanpa mengesampingkan penerapan setiap peraturan yang ditetapkan dalam Konvensi ini yang akan menjadi subjek perjanjian hukum internasional secara independen di bawah Konvensi, Konvensi berlaku hanya untuk perjanjian-perjanjian yang menyimpulkan oleh Negara setelah berlakunya Konvensi ini berkaitan dengan Negara-negara tersebut. Penerapan tanpa mengesampingkan setiap peraturan yang ditetapkan dalam Konvensi ini yang akan menjadi subjek hukum perjanjian internasional secara independen di bawah Konvensi, Konvensi berlaku hanya untuk perjanjian-perjanjian yang menyimpulkan oleh Negara setelah berlakunya Konvensi ini berkaitan dengan Negara-negara tersebut.

Pasal 5 Pasal 5 Perjanjian-perjanjian yang membentuk organisasi internasional dan perjanjian Perjanjian yang diadopsi dalam Membentuk organisasi dan perjanjian internasional yang diadopsi dalam organisasi internasional organisasi internasional Konvensi ini berlaku untuk setiap perjanjian yang merupakan instrumen konstituen organisasi internasional dan kepada setiap perjanjian diadopsi dalam sebuah organisasi internasional tanpa mengurangi peraturan terkait dari organisasi.

Konvensi ini berlaku untuk setiap perjanjian yang Merupakan Instrumen konstituen dan organisasi internasional kepada setiap perjanjian diadopsi dalam sebuah organisasi internasional terkait tanpa Mengurangi peraturan dari organisasi. Setiap Negara memiliki kapasitas untuk menyimpulkan perjanjian. Pasal 7 Pasal 7 Kekuasaan kekuasaan penuh penuh 1. Seseorang dianggap sebagai mewakili Negara untuk tujuan mengadopsi atau otentikasi teks sebuah perjanjian atau untuk tujuan mengungkapkan persetujuan dari Negara untuk terikat dengan sebuah perjanjian apabila: Seseorang Dianggap Sebagai Negara mewakili tujuan untuk mengadopsi atau otentikasi teks sebuah perjanjian atau tujuan untuk mengungkapkan dari Negara Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian apabila: a ia menghasilkan sesuai kekuatan penuh atau a ia menghasilkan sesuai Kekuatan penuh atau b itu muncul dari praktek di Negara yang bersangkutan atau dari keadaan yang lain niat mereka adalah untuk mempertimbangkan orang itu mewakili negara untuk tujuan tersebut dan untuk mengeluarkan dengan kekuatan penuh.

Pasal 8 Pasal 8 Konfirmasi berikutnya dari suatu perbuatan yang dilakukan tanpa otorisasi dari berikutnya Konfirmasi Suatu perbuatan yang dilakukan tanpa otorisasi Suatu tindakan yang berkaitan dengan kesimpulan dari suatu perjanjian yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dapat dianggap berdasarkan Pasal 7 karena berwenang untuk mewakili suatu Negara untuk tujuan itu tanpa hukum, kecuali setelah dikonfirmasi oleh Negara tersebut.

Suatu Tindakan yang berkaitan dengan Kesimpulan dari Suatu perjanjian yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dapat Dianggap berdasarkan Pasal 7 karena berwenang untuk mewakili Suatu Negara untuk tujuan itu tanpa hukum, kecuali setelah dikonfirmasi oleh Negara tersebut. Pasal 9 Pasal 9 Adopsi Adopsi teks teks 1. Adopsi teks perjanjian terjadi karena persetujuan semua Negara yang berpartisipasi dalam penyusunan kecuali sebagaimana ditentukan dalam ayat 2. Adopsi teks perjanjian Persetujuan terjadi karena semua Negara yang berpartisipasi dalam penyusunan kecuali Sebagaimana ditentukan dalam ayat 2.

Adopsi teks perjanjian pada konferensi internasional terjadi karena suara dari dua pertiga dari Negara hadir dan memberikan suara, kecuali oleh mayoritas yang sama mereka akan memutuskan untuk menerapkan aturan yang berbeda. Teks adopsi perjanjian internasional pada Konferensi terjadi karena suara dari dua pertiga dari Negara hadir dan Memberikan suara, kecuali oleh mayoritas yang sama mereka akan Memutuskan untuk menerapkan aturan yang berbeda.

Pasal 10 Pasal 10 Otentikasi dari teks teks Otentikasi Teks perjanjian yang ditetapkan sebagai otentik dan definitif: Teks perjanjian otentik dan ditetapkan Sebagai definitif: a dengan prosedur semacam itu sebagaimana diatur dalam teks atau disetujui oleh Negara yang berpartisipasi dalam penyusunan atau a dengan prosedur itu Semacam Sebagaimana diatur dalam teks atau Disetujui oleh Negara yang berpartisipasi dalam penyusunan atau b gagal prosedur tersebut, dengan tanda tangan, tanda tangan referendum iklan atau initialling oleh wakil-wakil dari Negara-negara dari teks perjanjian atau Undang-undang Final konferensi memasukkan teks.

Pasal 11 Pasal 11 Berarti mengekspresikan persetujuan untuk terikat dengan sebuah perjanjian Berarti mengekspresikan Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian Persetujuan dari Negara untuk terikat oleh suatu perjanjian dapat dinyatakan dengan tanda tangan, merupakan instrumen pertukaran perjanjian, ratifikasi, penerimaan, persetujuan atau aksesi, atau dengan cara lain jika demikian setuju.

Dari Negara Persetujuan untuk Terikat oleh Suatu perjanjian dapat dinyatakan dengan tanda tangan, Instrumen Pertukaran Merupakan perjanjian, ratifikasi, penerimaan, Persetujuan atau aksesi, atau dengan cara lain Jika demikian setuju. Pasal 12 Pasal 12 Persetujuan untuk terikat dengan sebuah perjanjian yang diungkapkan oleh tanda tangan Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian yang diungkapkan oleh tanda tangan 1.

Persetujuan dari Negara untuk terikat dengan suatu perjanjian yang dinyatakan dengan tanda tangan dari perwakilan ketika: Negara dari Persetujuan untuk Terikat oleh Suatu perjanjian yang dinyatakan dengan tanda tangan dari Perwakilan Ketika: a perjanjian memberikan tanda tangan yang akan memiliki efek; a Memberikan tanda tangan perjanjian yang akan memiliki efek; b jika tidak ditetapkan bahwa perundingan Serikat telah disepakati bahwa tanda tangan harus memiliki efek; atau b Jika negosiasi tidak ditetapkan Bahwa Serikat setuju Bahwa tanda tangan harus memiliki efek atau c maksud Negara untuk memberikan efek yang tanda tangan muncul dari kekuatan penuh perwakilannya atau diungkapkan selama negosiasi.

Untuk keperluan ayat 1: Untuk keperluan ayat 1: a initialling merupakan sebuah teks tanda tangan perjanjian ketika ditetapkan bahwa perundingan Serikat begitu setuju; a initialling Merupakan sebuah tanda tangan teks perjanjian Bahwa Ketika perundingan Serikat ditetapkan begitu setuju; b tanda tangan referendum iklan sebuah perjanjian oleh wakil, jika dikonfirmasi oleh Negara, merupakan tanda tangan lengkap dari perjanjian.

Pasal 13 Pasal 13 Persetujuan untuk terikat dengan suatu perjanjian yang dinyatakan oleh instrumen pertukaran Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian yang dinyatakan oleh Pertukaran Instrumen Merupakan perjanjian merupakan perjanjian Persetujuan dari Serikat untuk terikat dengan suatu perjanjian yang dibentuk oleh instrumen yang dipertukarkan antara mereka dinyatakan oleh pertukaran ketika; Persetujuan dari Serikat untuk Terikat dengan Suatu perjanjian yang dibentuk oleh Instrumen yang dipertukarkan antara mereka dinyatakan oleh Pertukaran Ketika; a menyediakan instrumen pertukaran mereka akan memiliki efek atau a menyediakan Pertukaran Instrumen mereka akan memiliki efek; atau b jika tidak ditetapkan bahwa Negara-negara itu sepakat bahwa pertukaran instrumen harus memiliki efek.

Pasal 14 Pasal 14 Persetujuan untuk terikat dengan suatu perjanjian yang dinyatakan dengan ratifikasi, penerimaan atau persetujuan Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian yang diungkapkan oleh ratifikasi, penerimaan atau Persetujuan 1.

Persetujuan dari Negara untuk terikat oleh suatu perjanjian dinyatakan oleh ratifikasi ketika: Negara dari Persetujuan untuk Terikat oleh Suatu ratifikasi perjanjian Ketika dinyatakan oleh: a perjanjian memberikan persetujuan seperti itu harus dinyatakan dengan ratifikasi; a Memberikan Persetujuan perjanjian seperti itu harus diungkapkan dengan cara ratifikasi; b jika tidak ditetapkan bahwa perundingan Serikat telah disepakati bahwa ratifikasi harus diminta; b Jika negosiasi tidak ditetapkan Bahwa Bahwa Serikat sepakat ratifikasi harus diminta; c wakil dari Negara telah menandatangani perjanjian harus diratifikasi; atau c wakil dari Negara telah menandatangani perjanjian harus diratifikasi; atau d niat Negara untuk menandatangani perjanjian itu harus diratifikasi muncul dari kekuatan penuh perwakilannya atau diungkapkan selama negosiasi.

Persetujuan dari Negara untuk terikat oleh suatu perjanjian dinyatakan oleh penerimaan atau persetujuan di bawah kondisi serupa dengan yang berlaku untuk ratifikasi. Dari Negara Persetujuan untuk Terikat oleh Suatu perjanjian dinyatakan oleh penerimaan atau di bawah kondisi Persetujuan Serupa dengan yang berlaku untuk ratifikasi. Pasal 15 Pasal 15 Persetujuan untuk terikat dengan sebuah perjanjian yang diungkapkan oleh aksesi Persetujuan untuk Terikat dengan sebuah perjanjian yang diungkapkan oleh aksesi Persetujuan dari Negara untuk terikat oleh suatu perjanjian dinyatakan oleh aksesi ketika: Negara dari Persetujuan untuk Terikat oleh perjanjian Suatu Ketika aksesi dinyatakan oleh: a perjanjian menyatakan bahwa persetujuan tersebut dapat dinyatakan oleh Negara dengan cara aksesi; a perjanjian Menyatakan Bahwa Persetujuan tersebut dapat dinyatakan oleh Negara dengan cara aksesi; b jika tidak ditetapkan bahwa perundingan Serikat telah disepakati bahwa persetujuan tersebut dapat dinyatakan oleh Negara dengan cara aksesi; atau b Jika negosiasi tidak ditetapkan Bahwa Serikat itu sepakat Bahwa Persetujuan tersebut dapat dinyatakan oleh Negara dengan cara aksesi; atau c semua pihak kemudian sepakat bahwa persetujuan tersebut dapat dinyatakan oleh Negara dengan cara aksesi.

Pasal 17 Pasal 17 Persetujuan untuk terikat oleh bagian dari sebuah perjanjian dan pilihan yang berbeda ketentuan Persetujuan untuk Terikat oleh bagian dari sebuah perjanjian dan ketentuan yang Berbeda-beda pilihan 1.

Tanpa berprasangka terhadap artikel , persetujuan dari Negara untuk terikat oleh bagian dari perjanjian ini hanya efektif jika izin atau perjanjian sehingga kontraktor Serikat yang lain menyetujuinya.

Tanpa berprasangka terhadap artikel , dari Negara Persetujuan untuk Terikat oleh bagian dari perjanjian ini hanya efektif Jika izin atau perjanjian Sehingga kontraktor Serikat yang lain menyetujuinya. Persetujuan dari Negara untuk terikat dengan suatu perjanjian yang memungkinkan pilihan antara ketentuan yang berbeda hanya efektif jika dibuat jelas kepada siapakah di antara ketentuan-ketentuan persetujuan terkait.

Dari Negara Persetujuan untuk Terikat dengan Suatu perjanjian yang memungkinkan pilihan antara ketentuan yang Berbeda Jika hanya efektif dibuat jelas kepada siapakah di antara ketentuan-ketentuan terkait Persetujuan. BAGIAN 2: RESERVATIONS BAGIAN 2: RESERVATIONS Pasal 19 Pasal 19 Penyusunan Penyusunan reservasi reservasi Suatu Negara mungkin, ketika menandatangani, meratifikasi, menerima, menyetujui atau melakukan aksesi untuk sebuah perjanjian, merumuskan pemesanan kecuali: Suatu Negara mungkin, Ketika menandatangani, meratifikasi, menerima, menyetujui atau aksesi Melakukan untuk sebuah perjanjian, kecuali merumuskan reservasi: a reservasi dilarang oleh perjanjian; a reservasi dilarang oleh perjanjian; b perjanjian yang hanya menyediakan pemesanan tertentu, yang tidak termasuk reservasi itu pertanyaan, dapat dibuat; atau b perjanjian yang hanya menyediakan pemesanan Tertentu, yang tidak termasuk reservasi itu pertanyaan, dapat dilakukan; atau c dalam kasus tidak jatuh di bawah sub-paragraf a dan b , reservasi tidak sesuai dengan objek dan tujuan perjanjian.

Pasal 20 Pasal 20 Penerimaan dan keberatan terhadap pemesanan Penerimaan dan keberatan terhadap pemesanan 1. Sebuah reservasi tegas diizinkan oleh perjanjian tidak memerlukan penerimaan berikutnya oleh kontraktor lain Serikat kecuali perjanjian sehingga menyediakan.

Sebuah reservasi tegas diizinkan oleh perjanjian tidak Memerlukan penerimaan berikutnya oleh kontraktor lain kecuali perjanjian Sehingga Serikat menyediakan. Ketika itu muncul dari terbatasnya jumlah negosiasi Serikat dan objek dan tujuan dari sebuah perjanjian bahwa penerapan perjanjian secara keseluruhan antara semua pihak adalah kondisi yang penting persetujuan dari masing-masing untuk terikat oleh perjanjian, yang Pemesanan memerlukan penerimaan oleh semua pihak.

Ketika sebuah perjanjian adalah alat konstituen organisasi internasional dan kecuali jika tidak menyediakan, pemesanan membutuhkan penerimaan organ yang kompeten organisasi itu. Ketika alat adalah sebuah perjanjian konstituen dan organisasi internasional kecuali Jika tidak menyediakan, pemesanan membutuhkan penerimaan organ yang kompeten organisasi itu. Untuk keperluan ayat 2 dan 4 dan kecuali perjanjian sebaliknya memberikan, pemesanan dianggap telah diterima oleh suatu Negara jika tidak dinaikkan akan memiliki keberatan terhadap pemesanan pada akhir periode dua belas bulan setelah itu diberitahu tentang reservasi atau dengan tanggal yang menyatakan persetujuan untuk terikat oleh perjanjian, yang mana yang kemudian.

HOLOTROPIC BREATHWORK A NEW APPROACH TO SELF-EXPLORATION AND THERAPY PDF

Sejarah Perjanjian Internasional Konvensi Wina 1969

.

GIDE CORYDON PDF

Konvensi Wina 1969 Induk Pengaturan Perjanjian Internasional

.

HISTORY OF THE YORUBAS SAMUEL JOHNSON PDF

.

LIBER ARCANORUM PDF

.

Related Articles