LIMFOMA MALIGNA PDF

Intake makan dan minum menurun, mual, muntah 2. Data Obyektif a. Timbul benjolan yang kenyal, mudah digerakkan pada leher, ketiak atau pangkal paha b. Wajah pucat 1. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunosupresi dan malnutrisi 2. Hipertermi berhubungan dengan tak efektifnya termoregulasi sekunder terhadap inflamasi 3.

Author:Vudonris Mikagul
Country:Cameroon
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):10 April 2012
Pages:28
PDF File Size:2.55 Mb
ePub File Size:4.88 Mb
ISBN:540-1-37592-142-1
Downloads:63863
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gudal



Diagnosa Keperawatan 1. Nyeri b. Hyperthermia b. Ketidakseimbangan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh b. Kurang pengetahuan b. Resiko tinggi bersihan jalan nafas tidak efektif b. Intervensi 1. Skala nyeri 2. Wajah klien tidak meringis 3. Klien tidak memegang daerah nyeri Intervensi : 1. Kaji skala nyeri dengan PQRST R : untuk mengetahui skala nyeri klien dan untuk mempermudah dalam menentukan intervensi selanjutnya 2.

Ajarkan klien teknik relaksasi dan distraksi R : teknik relaksasi dan distraksi yang diajarkan kepada klien, dapat membantu dalam mengurangi persepsi klien terhadap nyeri yang dideritanya 3.

Kolaborasi dalam pemberian obat analgetik R : obat analgetik dapat mengurangi atau menghilangkan nyeri yang diderita oleh klien 2. Observasi suhu tubuh klien R : dengan memantau suhu tubuh klien dapat mengetahui keadaan klien dan juga dapat mengambil tindakan dengan tepat 3. Berikan kompres hangat pada dahi, aksila, perut dan lipatan paha R : kompres dapat menurunkan suhu tubuh klien 4.

Anjurkan dan berikan minum yang banyak kepada klien sesuai dengan kebutuhan cairan tubuh klien R : dengan banyak minum diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh klien 5. Kolaborasi dalam pemberian antipiretik R : antipiretik dapat menurunkan suhu tubuh 3.

Nafsu makan klien meningkat 3. Klien menunjukkan perilaku perubahan pola hidup untuk mempertahankan berat badan yang sesuai Intervensi : 1. Kaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai R : mengidentifikasi defisiensi nutrisi dan juga untuk intervensi selanjutnya 2. Observasi dan catat masukan makanan klien R : mengawasi masukan kalori 3.

Timbang berat badan klien tiap hari R : mengawasi penurunan berat badan dan efektivitas intervensi nutrisi 4. Berikan makan sedikit namun frekuensinya sering R : meningkatkan pemasukan kalori secara total dan juga untuk mencegah distensi gaster 5. Kolaborasi dalam pemberian suplemen nutrisi R : meningkatkan masukan protein dan kalori 4. Klien dan keluarga klien dapat memahami proses penyakit klien 2. Klien dan keluarga klien mendapatkan informasi yang jelas tentang penyakit yang diderita oleh klien 3.

Klien dan keluarga klien dapat mematuhi proses terapiutik yang akan dilaksanakan Intervensi : 1. Berikan komunikasi terapiutuk kepada klien dan keluarga klien R : memudahkan dalam melakukan prosedur terpiutuk kepada klien 2.

Berikan KIE mengenai proses penyakitnya kepada klien dan keluarga klien R : klien dan keluarga klien dapat mengetahui proses penyakit yang diderita oleh klien 5. Klien bebas dari dispnea, sianosis 3. Tidak terjadi tanda distress pernafasan Intervensi : 1. Abdomen bila diindikasikan R : membantu meningkatkan difusi gas dan ekspansi jalan nafas kecil, memberikan klien beberapa kontrol terhadap pernafasan, membantu menurunkan ansietas 4.

Kaji respon pernafasan terhadap aktivitas R : penurunan oksigenasi selular menurunkan toleransi aktivitas d. Evaluasi Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan : 1. Suhu klien dalam batas normal suhu tubuh dalam batas normal 35,,5 derajat celcius 3.

Kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi 4. Klien dan keluarganya dapat mengetahui tentang penyakit yang diderita oleh klien 5. Jurnal Nasional : Pengobatan tepat untuk Limfoma. Diakses pada tanggal 15 Oktober Limfoma Maligna. Carpenito, Lynda Juall. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta Doenges, Marilyn E, et all. Davis Company, Philadelphia Hoffbrand, A. V, et all. Kapita Selekta Hematologi. Jakarta Vinjamaran. Lymphoma, Non-Hodgkin. Diposting oleh.

RC10GT MANUAL PDF

Limfoma-Maligna

Pada limfoma non-Hodgkin, dapat tumbuh pada kelompok kelenjar getah bening lain misalnya pada traktus digestivus atau pada organ-organ parenkim. Klasifikasi Dua kategori besar limfoma dilakukan atas dasar histopatologi mikroskopik dari kelenjar getah bening yang terlibat yaitu: 2. Klisifikasi limfoma non-hodgkin berada dalam keadaan transisi. Klisifikasi rappaport yang digunakan secara luas diperkenalkan pada tahun didasarkan pada sitologi dan susunan arsitektur limfosit maligna dalam kelenjar limfe. Klasi fikasi ini membagi limfoma menurut 1. Difus D ; pada jenis ini tidak terjadi agregasi. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang imunologi dan fisiologi limfosit, seperti membedakan limfosit dalam sel B dan sel T, memberikan klasifikasi yang lebih pasti dari limfoma non-hodgkin seperti yang tercermin dalam klasifikasi oleh lukes dan collins.

SOGYAL RINPOCHE THE TIBETAN BOOK OF LIVING AND DYING PDF

Sel ganas pada penyakit Hodgkin berasal dari sel retikulum. Limfosit yang merupakan bagian integral proliferasi sel pada penyakit ini diduga merupakan manifestasi reaksi kekebalan seluler terhadap sel ganas tersebut. Limfoma non Hodgkin pada dasarnya merupakan keganasan sel limfosit. Prognosis limfoma non Hodgkin lebih buruk, tapi sebagian dapat disembuhkan. Dengan semakin mendalam riset atas limfoma maligna, kini dalam hal klasifikasi jenis patologik, klasifikasi stadium, metode terapi, diagnosis dan penilaian atas lesi residif dan berbagai aspek lain limfoma telah mengalami kemajuan pesat, hal ini sangat membantu dalam meningkatkan ratio kesembuhan limfoma.

MACRODON ANCYLODON PDF

Pengertian Pengertian tentang limfoma maligna antara lain menurut Danielle, bahwa limfoma adalah malignansi yang timbul dari sistem limfatik. Sedangkan menurut Suzanne C. Smeltzer, , mengemukakan bahwa limfoma maligna adalah keganasan sel yang berasal dari sel limfoid. Pengertian lain tentang limfoma maligna menurut Doenges, adalah kanker kelenjar limfoid.

Related Articles